Jenis jenis kata ulang dan contoh kalimat
🟢 1. Kata Ulang Murni
➡️ Pengertian: Pengulangan seluruh kata dasar tanpa perubahan bentuk atau bunyi.
➡️ Fungsi: Menunjukkan jamak (banyak) atau penegasan.
Contoh kata: rumah-rumah, pohon-pohon, anak-anak, buku-buku
Contoh kalimat:
Di desa itu banyak rumah-rumah baru dibangun.
Anak-anak bermain bola di lapangan.
Ayah menanam pohon-pohon mangga di kebun.
🟡 2. Kata Ulang Sebagian
➡️ Pengertian: Hanya sebagian dari kata dasar yang diulang, biasanya pada suku kata awal.
➡️ Fungsi: Memberi makna “agak”, “kadang-kadang”, atau pengulangan ringan.
Contoh kata: lelaki (dari “laki”), tetangga (dari “tangga”), sesekali, dedaunan
Contoh kalimat:
Ia berjalan sesekali menoleh ke belakang.
Lelaki itu sedang membaca koran.
Hujan turun membasahi dedaunan hijau.
🔵 3. Kata Ulang Berimbuhan
➡️ Pengertian: Kata ulang yang mendapatkan imbuhan (awalan, akhiran, atau konfiks).
➡️ Fungsi: Menunjukkan perbuatan yang berulang-ulang atau dilakukan oleh banyak subjek.
Contoh kata: berlari-lari, bermain-main, menari-nari, membaca-baca
Contoh kalimat:
Anak-anak bermain-main di taman.
Sinta menari-nari gembira di panggung.
Kami berjalan-jalan di pantai sore ini.
🔴 4. Kata Ulang Berubah Bunyi
➡️ Pengertian: Terjadi perubahan bunyi pada kata yang diulang.
➡️ Fungsi: Biasanya memberi variasi makna atau kesan beragam.
Contoh kata: bolak-balik, sayur-mayur, lauk-pauk, gerak-gerik
Contoh kalimat:
Ayah bolak-balik mencari kunci di meja.
Ibu membeli sayur-mayur di pasar.
Polisi memperhatikan gerak-gerik orang itu.
🟣 5. Kata Ulang Semu
➡️ Pengertian: Terlihat seperti kata ulang, tetapi sebenarnya bukan hasil pengulangan (karena hanya satu makna).
➡️ Fungsi: Menunjukkan nama benda atau makhluk tertentu.
Contoh kata: kupu-kupu, kura-kura, laba-laba, ubur-ubur
Contoh kalimat:
Kupu-kupu beterbangan di taman bunga.
Di kolam itu ada seekor kura-kura.
Laba-laba membuat sarangnya di pojok kamar.
Komentar
Posting Komentar