Bayangan di jendela


Setiap malam, tepat pukul sembilan, Nara selalu melihat bayangan seseorang berdiri di jendela rumah kosong di seberang jalan. Rumah itu sudah lama ditinggalkan, katanya angker. Tapi bayangan itu tak pernah bergerak, hanya diam, menghadap ke arah kamarnya.


Rasa penasaran mengalahkan rasa takut. Suatu malam, Nara nekat menyeberang dan masuk ke rumah itu lewat pintu samping yang tak terkunci. Debu dan sarang laba-laba menyambut langkahnya.

Ia naik ke lantai dua, menuju kamar dengan jendela yang menghadap ke kamarnya. Saat ia membuka pintu kamar itu... kosong. Tak ada siapa pun. Tapi di lantai, tergantung sebuah bingkai foto tua. Foto seorang gadis muda, mirip dirinya.

Di belakang bingkai, tertulis: "Untuk Nara. Rumah ini akan selalu menjagamu."

Matanya berkaca-kaca. Rumah itu dulu milik neneknya—yang meninggal sebelum ia lahir. Rupanya, bayangan itu bukan untuk menakutinya, tapi menjaganya

Sejak malam itu, bayangan di jendela tak pernah muncul lagi. Tapi hati Nara tetap merasa… aman

Kalau kamu suka tema tertentu, sebut saja: cinta, sekolah, persahabatan, fantasi, misteri, atau lainnya — aku bisa sesuaikan cerpennya!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan hasil pengamatan:Suasana sepi di sekolah saat belajar dan rame di kantin saat istirahat

Tugas pjj pidato

Jenis jenis kata ulang dan contoh kalimat