Jejak langkah
Puisi : Jejak Langkah
Di jalan sunyi aku berjalan,
mencari arti di antara bayangan,
kadang jatuh, kadang terluka,
namun jiwa tak pernah menyerah begitu saja.
Langit kelabu menutup pandang,
hujan deras menghantam tenang,
tetapi kuingat, di balik mendung,
ada matahari yang setia menunggu.
Hidup bukan sekadar mimpi,
bukan pula sekadar menanti,
hidup adalah berlari, jatuh, lalu bangkit,
menjahit luka dengan semangat yang tak pernah habis.
Aku belajar dari derita,
bahwa tangis bukan akhir cerita,
melainkan bahasa hati yang berkata:
"Aku kuat, aku bisa."
Maka biarlah langkah ini terus menoreh jejak,
di pasir waktu yang tak pernah berhenti bergerak,
meski badai datang ribuan kali,
aku akan tetap berdiri, menatap hari.
Komentar
Posting Komentar